![]() |
| Persiapan di PT. Pindad sebelum menuju gudang tujuan (Foto Dok/Budi) |
Tasikmalaya, purnamatransindoutama.com
Pada tanggal 24-25 Juli 2020 PT. Purnama Transindo Utama
melaksanakan pengiriman bahan peledak komersial dari
Gudang PT. Pindad (Persero) di Bandung menuju Gudang CV. Egma Adelard di Kp. Kadong, Ds.
Lambangsari, Kec. Bojonegara, Kab. Serang – Banten. Bahan Peledak tersebut rencana akan digunakan untuk menunjang kegiatan penambangan batu Gunung/ Andesit Golongan C di wilayah IUP Nomor: 570/6/IUP.OP-DPMPTSPN/2019 tanggal 31 May 2019 PT. Waskita Seton Precast, Tbk di Jalan Lingkar Selatan Ds. Batukuda Kee. Mancak Kab. Serang Prov. Banten yang dilaksanakan oleh CV. Egma Adelard.
Staf Operasional yang bertugas dalam pengiriman kali ini yaitu Budi Mulyadi dan Indra Rizki Darmawan. Armada angkutan yang terlibat terdiri
dari 1 (satu) Colt Diesel dan 2 (dua)
Panther Box. Petugas Pengawal
Kepolisian dari Intelkam Polda Jawa Barat. Pelaksanaan berangkat hari Jumat Tanggal 24 Juli 2020, kembali Hari Sabtu Tanggal 25 Juli 2020. Pekerjaan pun telah diselesaikan dengan sangat baik sampai gudang CV. Egma Adelard tanpa ada kendala yang berarti.
Metode serah terima barang pengiriman handak kali ini adalah dengan cara Loco. Dilansir dari situs https://ukirama.com (27/07/2020), Loco berasal dari kata local (lokal) atau biasa disebut dengan ex works (eks gudang) yang dalam hal ini hanya menghitung nilai intrinsik suatu barang. Nilai intrinsik hanya mengacu pada harga asli barang tanpa ditambah biaya apapun. termasuk ongkos untuk pengemasan, pengangkutan, upah pekerja dan biaya bongkar muat.
Termasuk jika pembeli atau konsumen ingin merubah kemasan produk, dan proses pengangkutan barang menjadi pilihan pembeli dan/atau konsumen, karena ongkos pengiriman dan risiko sepenuhnya ditanggung pembeli (konsumen). Karena sifatnya yang serba terbatas, loco seringnya hanya dipraktikan untuk jual beli secara domestik dalam satu negara saja.
Staf keuangan PT. Purnama Transindo Utama Iqbal Fitra Ramadan mengatakan bahwa dalam pengiriman handak dengan metode loco, biasanya pihak pembeli dan/atau konsumen tersebut yang akan menanggung biaya ongkos kirimnya berdasarkan penawaran harga yang disepakati.
"Cara pembayaran Loco kepada kami sebagai pelaksana angkutan biasanya full 100% dimuka, tapi ada juga yang dengan cara Down Payment (DP) persentase 70%, 50%, 30% dll terlebih dahulu baru sisanya dilunasi setelah pekerjaan selesai" pungkasnya.
Iqbal juga menambahkan, yang terpenting dari semuanya baik dengan metode Loco maupun Franco adalah pembayaran yang harus sudah dilunasi sesuai dengan ketentuan jadwal yang telah disepakati.
"Kami mengharapkan semua pelanggan/konsumen yang menggunakan jasa angkutan PT. Purnama Transindo Utama untuk dapat melaksanakan pembayaran tepat waktu sesuai dengan kesepakatan, jangan sampai ada keterlambatan terlalu lama tanpa ada penjelasan yang pasti, karena kami juga punya kewajiban lainnya yang harus dipenuhi" tambahnya. Adi

